ENERGI BUNYI

 

Kita dapat mendengar bunyi setiap saat. Kita bisa mendengar bunyi kendaraan yang lewat dijalan, kita juga dapat mendengar bunyi music atau suara dari radio, televise atau dari teman-temanmu. Bunyi juga merupakan salah satu bentuk energy. Energi yang dihasilan dari bunyi disebut sebagai energy bunyi. Pernahkah kamu mendengar petasan yang meledak? Tentu telingamu menjadi sakit karena suara ledakan petasan tersebut. Bunyi yang dihasilkan petasan sangat besar, itulah yang disebut sebagai energy bunyi yang besar. Kita dapat mengukur kekuatan bunyi dengan satuan decibel. Tingkat kekuatan bunyi yang lebih besar dari 120 desibel dapat merusak pendengaran manusia.

 

1. Sumber-sumber Energi Bunyi

Bunyi  dapat dihasilkan dari berbagai macam sumber bunyi. Sebenarnya bunyi dihasilkan oleh setiap benda yang bergetar. Jika benda tersebut tidak bergetar, maka tidak akan menghasilkan bunyi. Benarkah demikian? Cobalah kamu simpan telunjuk dan jarimu dipangkal tenggorokan, kemudian cobalah berbicara “aaaaaa…”. Kamu akan merasakan pita suaramu bergetar. Pernahkan kmu mendengar suara dengungan nyamuk? Suara mendengung tersebut juga disebabkan oleh getaran dari sayap nyamuk tersebut. Pernahkah kamu mendengar mendengar berbagai alat music? Seperti bunyi terompet, gitar, drum, atau bunyi dentingan piano. Gitar dapat berbunyi karena ada getaran dari senar atau dawai gitar, drum dapat berbunyi karena ada getaran pada membrane drum tersebut.

Semua benda yang bergetar dan menghasilakn bunyi disebut sebagai sumber bunyi. Banyaknya getaran dalam satu detik disebut dengan frekuensi. Frekuensi diukur dalam satuan Hertz. Jika satu benda bergetar maka dapat mempengaruhi benda-benda yang lain untuk ikut bergetar. Peristiwa bergetarnya benda yang disebabkan oleh benda lain disebut Resonansi.

 

2. Sifat-Sifat Energi Bunyi

Ketika kita sedang duduk diteras rumah, kita dapat mendengar suara ibu yang memanggil kita dari dalam rumah. Kita dapat mendengar suatu bunyi, walupun bunyi itu berasal dari sumber yang jauh atau bahkan terhalangi oleh benda-benda, seperti dinding rumah. Hal ini disebabkan karena bunyi memiliki sifat dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas (udara). Mari kita pelajari perambatan bunyi berikut:

a. Bunyi Dapat Merambat Melalui Benda Padat

Benarkah bunyi dapat merambat melalui benda padat? Kita dapat membuktikan hal tersebut dengan melalukan percobaan sendiri, misalnya percobaan telefon-telefonan yang terbuat dari gelas aqua yang kosong yang disambungkan deng tali atau benang. Dari percobaab tersebut, kita dapat membuktikan bahwa bunyi dapat merambat melalui benda padat. Pada telfon-telfonan, bunyi merambat melalui melalui benang atau tali yang direntangkan.

Kita juga dapat melakukan percobaan dengan penggaris. Coba dekatkan salah satu ujung penggaris ketelingamu, kemudin ketuk-ketukkan ujung yang satnya lagi dengan tanganmu. Apakah kamu dapat mendengar bunyinya? Bunyi tersebut merambat melalui penggaris tersebut. Hal ini membuktikan bahwa bunyi dapat merambat melalui benda padat.

b. Bunyi Dapat Merambat Melalui Benda Cair

Bunyi dapat merambat melalui benda cair. Untuk membuktikannya, mari kita lakukan kegiatan berikut:

1. Sediakanlah:

a. Ember yang besar

b. Air

c. Batu

d. Corong kecil

Lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Isilah ember dengan air hingga penuh

2. Masukkan corong ke dalam air hingga bagian dalamnya terisi oleh air. Usahakan corong   tersebut tidak menepel pada ember.

3. Coba ketuk-ketukkan salah satu sisi ember dengan menggunakan batu. Sementara itu, salah seorang temanmu mendekatkan telinganya diatas corong.

4. Bunyi akan dapat didengar oleh temanmu.

Dari kegiatan diatas, kita dapat melihat bahwa bunyi dapat merambat melalui zat cair. Bunyi tersebut merambat melalui air sebagai perantaranya.

c. Bunyi Dapat Merambat Melalui Udara

Selain melalui zat padat dan zat cair, bunyi juga dapat merambat melalui udara. Sebenarnya, sebagian besar bunyi yang kita dengarkan setiap hari adalah bunyi yang merambat di udara. Kita dapat mendengar bunyi atau suara dari sumber bunyi yang jaraknya jauh karena tersebut merambat melalui udara sehingga dapat terdengar oleh kita.

Untuk membuktikannya, seorang temanmu dapat mengetuk-ngetuk sebuah kaleng atau meja. Cobalah kamu berdiri agak jauh darinya. Dapatkah kamu mendengar suara ketukan kaleng tersebut? Tentu dapat, hal ini disebabkan oleh bunyi tersebut merambat melalui udara.

Kecepatan merambatnya bunyi diudara tergantung dari suhu udara ketika terjadi perambatan. Udara yang panas akan lebih cepat merambatkan bunyi daripada udara yang dingin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: