BILANGAN ROMAWI


 

1. Bilangan Romawi I, V, X, L

Bilangan Romawi masih banyak digunakan untuk hal-hal tertentu seperti menulis nomer judul bab di dalam buku, penulisan nomer sekolah seperti yang tertera padad stempel sekolah, nomer kejuaraan lomba yaitu juara I, juara II, juara III, dan lain sebagainya.

Bilangan Romawi biasanya digunakan untuk:

1. Penulisan urutan nama raja atau gelar bangsawan

Contoh: Sisingamangaraja XII

2. Penulisan urutan bab buku

Contoh: Bab II, dan seterusnya

3. Penulisan abad

Contoh: abad XXI

Bilangan Romawi menggunakan satuan-satuan tertentu yaitu 1, 5, 10, 100, 500, 1.000. Satuan-satuan tersebut ditulis dengan lambing huruf capital tertentu, yaitu:

I   = 1

V = 5

X = 10

L = 50

C = 100

D = 500

M = 1.000

Bilangan Romawi I, V, X, L, C, D, M dinamakan lambang bilangan dasar.

 

Penulisan bilangan Romawi sampai dengan 20:

I           = 1                   VI        = 6                   XI        = 11                 XVI     = 16

II         = 2                   VII      = 7                   XII      = 12                 XVII   = 17

III        = 3                   VIII     = 8                   XIII     = 13                 XVIII  = 18

IV        = 4                   IX       = 9                   XIV     = 14                 XIX     = 19

V         = 5                   X        = 10                 XV      = 15                 XX      = 20

Beberapa bilangan Romawi lainnya:

XXI     = 21                                         XXX   = 30

XXV   = 25                                         XL       = 40

Dan lain sebagainya.

 

 

2. Aturan Penulisan Bilangan Romawi

1) Dengan penggabungan sejenis

Lambang bilangan dasar yang dapat digabung sejenis adalah I dan X dan C.

Contoh:   I   = 1                               II         = 2                               III        = 3

X = 10                             XX      = 20                             XXX   = 30

C = 100                           CC       = 200                           CCC    = 300

 

2) Dengan penggabungan tidak sejenis

Contoh: I dan V bisa digabung menjadi IV atau VI

I dan X bisa digabung menjadi IX atau XI

V dan X hanya bisa digabung menjadi XV

V dan L hanya bisa digabung menjadi LV

X dan L bisa digabung menjadi XL atau LX

Penggabungan tidak sejenis mempunyai pengertian sebagai berikut:

a. Jika lambang bilangan dasar di sebelah kanan nilainya lebih kecil artinya adalah penjumlahan.

Contoh: VI      = 5 + 1 = 6                                      VIII   = 5 + 3 = 8

VII   = 5 + 2  = 7                                     XV    = 10 + 5 = 15

b. Jika lambang bilangan dasar yang disebelah kiri nilainya lebih kecil maka artinya adalah   pengurangan.

Contoh:   IV   = 5-1     = 4                          XL    = 50-10 = 40

IX   = 10-1   = 9

 

  • Penggabungan lambang bilangan sejenis tidak lebih dari tiga.

Contoh: angka 4 tidak bisa ditulis IIII

  • I hanya dapat mengurangi V dan X, tidak dapat mengurangi L.

Contoh: 49 tidak boleh ditulis IL tetapi ditulis XLIX

  • V tidak boleh digunakan untuk mengurangi L

Contoh: 45 tidak boleh ditulis dengan VL tetapi XLV

  • Pengurangan hanya boleh dilakukan sekali.

Contoh: 8= 10-2 tidak boleh ditulis IIX tetapi VIII.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: